Judul tulisan di atas mungkin
sudah bisa memberikan sedikit motivasi dalam mengarungi samudera hidup yang
begitu luas dan penuh gelombang ini. Kita mungkin memiliki pengalaman dan
pandangan hidup yang berbeda-beda,akan tetapi walaupun kita memiliki pandangan
dan pengalaman hidup yang berbeda, akan tetapi tujuan hidup kita adalah
semuanya sama. Kita analogikan ke dalam dua contoh kalimat berikut “ Edy akan
pergi ke jempong hari ini dengan menggunakan sepeda motor” dan “ mujib sedang
pergi ke jempong jalan kaki”. Dari ke dua contoh kalimat tersebut dapat kita
tarik kesimpulan, ada dua orang yang memiliki tujuan yang sama yaitu sama-sama
mau ke “jempong”, meskipun proses mereka ke sana dengan menggunakan cara yang
berbeda,ada yang manggunakan sepeda motor dan dengan jalan kaki. Substansi dari
ke dua orang itu adalah sama. Nah, begitu juga dengan hidup ini! Siapa sih yang
tidak ingin menjadi orang yang sukses? Lebih-lebih di masa-masa mudanya,karena
masa muda adalah masa yang sangat brepeluang untuk kita membangun karir,entah
itu kita membuat usaha kecil-kecilan,melatih skil yang kita miliki atau bahkan
kita belajar membuka lapangan pekerjaan sendiri.
Semua itu sangat lah mudah bagi
kita lakukan, tapi apa jadinya jika kita hanya bias berkeinginan tapi tidak ada
pergerakan sama sekali lebih-lebih dalam diri kita dihantui oleh rasa “takut”
entah itu takut melangkah,takut korban atau takut bangkrut. Semua rasa takut
itu adalah sebenarnya penghambat dalam hidup kita, mari kita buang rasa takut
itu dari dalam diri ini. Jangan pernah takut jika memang yang akan kita lakukan
adalah suatu kebenaran. Coba kita renungkan apa kata presiden Pakistan (A.H.
Nayyar) beliau mengatakan “Kalau kita memulai langkah dengan rasa
takut, maka sebenarnya kita tidak pernah melangkah”, nah kalimat itu
merupakan kritikan yang sangat sadis buat kita-kita yang sekarang ini takut
melangkah atau memulai karirnya.
Nah, kaitannya antara rasa takut
dengan memandang hidup ini dengan mudah dan sederhana sangat erat kaitannya. Setiap
problematika yang sedang kita hadapi, hendaklah kita pandang dengan cara yang
sederhana yaitu dengan cara tidak pernah menganggap masalah itu menjadi semakin
sulit. Karena Allah Swt sudah berjanji dalam Al-Qur’an kalau Dia tidak akan
memberikan ujian kepada hambanya sesuai dengan kemampuannya untuk menerima
cobaan itu. Itu secara tersirat memberitahu kita bahwa setiap masalah yang kita
hadapi adalah memiliki jalan pemecahan/solusi tersendiri, tetapi jarang
diantara kita yang ingin mencari solusinya dan bahkan kita mengakhiri permasalahan
itu dengan masalah lagi bahkan mendatangkan penyesalan di akhirat kelak. Semisalnya
seseorang yang sedang dililit dengan hutang di mana-mana, dia mengakhiri
hidupnya dengan bunuh diri. Na’uzubillah, padahal islam tidak mengajarkan kita
hal yang demikian, karena tidak lain bunuh diri akan menyengsarakan diri
sendiri saja. Jika dalam hidup ini kita menemukan sebuah kebuntuan dalam hidup,
hendaklah kita cari solusinya, dan jika ternyata cara yang kita gunakan tidak
menghasilkan apa-apa atau hasilnya nihil. Maka tidak ada salahnya kita
menggunakan cara yang lain, “banyak jalan
menuju roma”. Allah sudah Maha tahu kalau hamba ciptaanNya yang bernama
manusia itu makhluk yang paling sempurna, baik dari tingkat penciptaan dan
kecerdasannya. Lebih-lebih kita menjadi seorang pelajar atau mahasiswa, tak ada
alas an bagi kita untuk berhenti tuk berusaha demi tujuan hidup kita yang
gemilang. Mari kita menjadi mahasiswa yang idealis, baik di lingkungan akademis
maupun di masyarakat. Ingat, mahasiswa adalah agen control dan perubahan. Sekarang
tak ada lagi alas an bagi kita untuk bermalas-malasan dalam membangun karir
kita, mari kita bangkitkan kembali semangat kita yang telah lama terbelenggu
dalam ketidakpercayaan pada diri sendiri. Buang semua rasa takut dan malu
kalian,percayakan pada diri kalian kalau kalian bisa seperti orang-orang sukses
lainnya.
By : Hasan_cs